Jenazah Harmoko Dimakamkan di TMP Kalibata, Golkar Sangat Kehilangan

BERITAKARYA.COM, JAKARTA – Jenazah mantan Ketua Umum Partai Golkar Harmoko akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada Senin siang ini (5/7/21). Mantan Menteri Penerangan tersebut meninggal tadi malam, tutup usia 82 tahun.

“Insya Allah jenazah akan diberangkatkan dari RSPAD ke TMP Kalibata jam 11.00,” kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily.

Ace bilang, pihak keluarga berangkat dari rumah duka menuju RSPAD Gatot Soebroto pada pukul 09.00 WIB. Diketahui, Harmoko wafat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, tadi malam pukul 20.22 WIB. Semasa hidupnya, Harmoko tercatat pernah menduduki sejumah jabatan di pemerintahan, mulai dari menteri penerangan, ketua umum Golkar, hingga menjadi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, Harmoko pun sempat menjadi jurnalis di sejumlah media massa hingga akhirnya menggagas berdirinya surat kabar Pos Kota.

Golkar Kehilangan

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto merasa kehilangan dengan wafatnya Harmoko, Ketua Umum Partai Golongan Karya 1993-1993, yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan (1983-1997), serta Ketua DPR/MPR (1997-1999). “Keluarga besar Partai Golkar merasa sangat kehilangan dengan kepergian Bapak Harmoko pada 4 Juli 2021,” katanya.

“Kepemimpinan beliau di masa transisi reformasi sungguh berat dan penuh tantangan. Itu merupakan ujian berat seorang pemimpin partai besar, dan dengan segala dinamikanya berhasil dilalui,” imbuhnya.

Airlangga menjelaskan, di masa Harmoko, baik sebagai Ketua Umum Partai Golongan Karya maupun sebagai Menteri Penerangan, Harmoko sering melakukan kegiatan Safari Ramadan ke daerah dan pedesaan. Hal itu merupakan perubahan paradigma komunikasi publik yang sangat berarti.

“Dengan latar belakang kewartawanannya, beliau mampu memanfaatkan keluasan wawasan dan kemampuan berinteraksi dengan banyak kalangan, sehingga pola komunikasi politik pun menjadi cair, sederhana, tidak lagi sekaku masa-masa sebelumnya,” ujar Airlangga.

Secara internal partai, Harmoko juga memiliki catatan besar karena di masa kepemimpinan beliaulah banyak aktivis diundang masuk dan direkrut, dan kemudian menjadi tulang punggung Partai Golkar.

“Itu adalah jejak sejarah beliau yang perlu diteladani, dan saya pribadi mengapresiasi langkah-langkah itu. Semoga almarhum diterima disisi Allah SWT dan dibukakan pintu surga untuknya,” pungkasnya. (*/kgc/bbs)

Tinggalkan Balasan