Ketua Golkar Sibolga Tabayyun ke MUI Terkait Pemulasaran Jenazah Covid-19 di RSUD FL Tobing, Ini Sebabnya…

BERITAKARYA.COM, SIBOLGA – Ketua DPD II Partai Golkar Kota Sibolga Jamil Zeb Tumori mengunjungi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sibolga. Kunjungan ini dalam rangka tabayyun (meminta penjelasan, Red) terkait pemulasaran jenazah pasien Covid-19, Senin (9/8/21).

“Ada yang mengganjal dalam hati ini tentang pemulasaran jenazah Covid di RSUD FL Tobing Sibolga yang didasari oleh Fatwa No 18 tahun 2020 tentang Pedoman Pengurusan Jenazah (Tajhiz Al Jana’iz) Muslim yang terinfeksi Covid-19,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima beritakarya.com.

Kedatangan Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga itu diterima langsung oleh Ketua MUI dan jajaran pengurus, yakni Ketua Umum H Torkisma Panggabean SHI, Ketua H Zainun Sinaga, Ketua Drs H Soritua Hasibuan MM. Kemudian unsur pengurus lainnya, Hj Yasmurni Jambak MBA, Drs H Tasrim Tanjung, Sekretaris Umum Achmad Zainal Fanani SpdI SE, Zulhamsyah Panjaitan, dan Suwanto SpdI.

Jamil Zeb Tumori temui MUI Sibolga. (foto: dok. jamil zeb tumori/beritakarya.com)

“Saya sampaikan ada yang perlu diluruskan dan dipahamkan dalam penerapan Fatwa MUI di RSUD FL Tobing Sibolga dalam pemulasaran jenazah Covid-19 ,memandikan atau membersihkan kotoran jenazah dan kami temukan bahwa jenajah wanita masih ditangani petugas laki-laki,” ujarnya.

Jazetum-panggilan akrabnya-menyebutkan, jika jenazah yang dilaksanakan fardhu kifayahnya adalah wanita, sementara petugasnya laki-laki, maka wudhu atau tayamum jenazah menjadi batal.

“Silahkan pakai protokol kesehatan tapi tidak meninggalkan cara agama Islam. Penanganan jenazah adalah hal yang paling urgen terakhir di masa hidupnya dan keluarga diharapkankan punya kesempatan menyempurnakan fardhu kifayah jenazahnya,” tambahnya.

Semua pertanyaan Jazetum dijawab dengan baik oleh pengurus MUI Sibolga. “Dalam dialog dengan MUI itu dapat saya pahami bahwa ada yang perlu diluruskan dalam pemulasaran jenazah di RSUD FL Tobing Sibolga dan RS Swasta lainnya agar sesuai dengan syariat Islam sampai dikuburkan,” tambahnya.

Sebagai pimpinan DPRD Kota Sibolga, Jazetum yakin agama yang lain juga mengiginkan jenazah ummatnya ditangani dengan baik. “Hanya dengan cara inilah kita berharap tidak ada lagi pemaksaan pengambilan jenazah Covid-19 dari rumah sakit, baik milik pemerintah mau pun swasta, karena Covid-19 ini bisa kita kendalikan dan tekan penyebarannya,” tandasnya. (*/ht)

Tinggalkan Balasan