Jamil Zeb Tumori Ajak Dermawan Bantu Bocah Korban Kekejaman Ayah Tiri Untuk Lanjutkan Sekolah

Jamil Zeb Tumori menjenguk Faisal yang telah pulang dari rumah sakit. (foto: ist)

BERITAKARYA.COM, SIBOLGA – Alhamdulillah! Kondisi bocah korban kekejaman ayah tiri, Faisal (14), berangsur-angsur membaik. Ketua DPD II Partai Golkar Kota Sibolga, Jamil Zeb Tumori, pun all out membantu warga Tapanuli Tengah (Tapteng) tersebut.

Selain membantu biaya rumah sakit, menggelar donasi untuk biaya perawatan dan mengawal proses hukum terhadap ayah tiri yang membakar kedua tangan bocah itu di Polres Tapteng, Jamil yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga pun mencoba menata masa depan Faisal.

Ya, Faisal yang kini dirawat sang nenek di Sibolga Selatan, akan disekolahkan kembali. Selama ini bocah dari keluarga miskin tersebut sempat putus sekolah. Jazetum-panggilan akrab Jamil pun-kembali mengetuk para dermawan untuk membantu biaya sekolah Faisal.

“Usai operasi plastik pada jari telunjuk dan jempol tangan kiri nanti , maka target kita selanjutnya adalah mengembalikan Faisal yang putus sekolah-yang merupakan korban kekejaman ayah tiri ini-ke bangku sekolah. Faisal akan melanjutkan kembali sekolah di kelas 2 SMP/Madrasah Tsanawiyah. Tapi kita butuh biaya pendidikannya,” terang Jamil dalam keterangan tertulis, Senin (17/1/22).

Jamil kemudian merincikan biaya yang dibutuhkan Faisal untuk kembali melanjutkan pendidikannya. Dia pun mengajak para dermawan untuk urunan menanggung biayanya yang totalnya Rp 1.750.000,- tak sampai Rp 2 juta.

Keperluan yang dibutuhkan Faisal antara lain: seragam sekolah Rp 500.000; seragam pramuka Rp 200.000; sepatu dan kaos kaki Rp150.000; tas sekolah dan buku Rp 300.000; uang sekolah selama 1 tahun Rp 720.000. “Nah, yang mana bagian sahabatku?” Tanya Jamil kepada para dermawan.

Sebelumnya diberitakan, karena tak diberi uang jajan sebesar Rp 2 ribu, Faisal kemudian menjual beras yang ada di rumah sebanyak 1,8 liter. Hal itu mengundang kemarahan ayah tirinya hingga melakukan kekejaman yang sangat tak manusiawi. Setelah dipukuli, tangan bocah itu diikat ke belakang lalu dibakar. (*/ht)

Tinggalkan Balasan