Ambassador BPJS Ketenagakerjaan Temui Wagubsu Musa Rajekshah, Hasilnya Menggembirakan…

BERITAKARYA.COM, MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), H Musa Rajekshah SSos MHum, mendukung penuh program perlindungan jaminan sosial tenaga kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran yang ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bahkan, ditargetkan pada akhir 2022 seluruh kabupaten/ kota yang ada di Sumut telah mengalokasikan anggaran untuk program tersebut dalam APBD-nya.

Hal itu disampaikan Musa Rajekshah saat menerima usulan yang disampaikan ‘Ambassador BPJS Ketenagakerjaan’ Ketua DPD II Partai Golkar Kota Sibolga, Jamil Zeb Tumori SH MAP. “Pak Wagub (Musa Rajekshah) mendukung penuh program ini,” kata Jamil yang menemui Musa Rajekshah di Rumah Dinas Wagubsu, Jalan Teuku Daud, Medan, dalam keterangan tertulis, Jumat (11/3/22).

Karena APBD 2022 telah berjalan, maka Jamil mengusulkan agar program tersebut ditampung dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanjan (P-APBD) 2022. Ini harus direalisasikan, lanjut Jamil, karena jaminan sosial tenaga kerja dengan iuran yang ditanggung APBD telah sesuai Permendagri No. 27 Tahun 2021 tentan Pedoman Penyusunan APBD.

“Sekaligus Surat Edaran (SE) Mendagri No. 842.2/5193/SJ tentang Implementasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja, dan diperkuat dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 tahun 2021 tentan Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” terang Jamil.

Sesuai arahan Wagubsu Musa Rajekshah, tahun 2022 merupakan ‘Tahun Perlindungan Bagi Masyarakat Sumatera Utara’, sehingga hingga akhir tahun semua kabupaten/ kota telah melaksanakannya. “Dalam evaluasi gubernur terhadap P-APBD tahun 2022, setiap kabupaten/ kota harus memasukkan anggaran jaminan perlindungan tenaga kerja sesuai peraturan yang ada,” tambahnya.

Jamil sendiri sejak lama sangat getol menginisiasi perlindungan tenaga kerja dengan iuran yang ditanggung APBD. Ia berkali-kali mempertemukan koleganya dari kabupaten/ kota lainnya dengan otoritas BPJS Kesehatan Sumut-Aceh. Di wilayah kerjanya, Kota Sibolga, Jamil telah berhasil mengawal program ini. Ada sekitar 9.000 tenaga kerja, terutama yang berisiko tinggi seperti nelayan, tukang bangunan, pekerja harian lepas dan lainnya, di Sibolga telah ter-cover program ini. (*/ht)

Tinggalkan Balasan