Pemuda LIRA Sumut Dukung Restorative Justice Kasus Ancam Patahkan Leher dan Bebaskan RP dari Segala Tuntutan

Ketua DPW Pemuda LIRA Sumut, Bachtiar. (foto: ist)

BERITAKARYA.COM, MEDAN – Ketua DPW Pemuda LIRA Sumut, Bachtiar, mendukung upaya restorative justice Polrestabes Medan terhadap kasus RP (27) yang mengancam akan mematahkan leher Bobby. Bahkan, dia mendesak polisi membebaskan warga Aceh tersebut dari segala tuntutan.

“RP sudah menjelaskan duduk perkara sebenarnya. Ada baiknya RP selaku pengunjung atau wisatawan yang datang ke Medan, segera dibebaskan dari segala tuntutan. Sebab RP sudah memohon maaf langsung dan tak ada niat menghina atau juga mengancam Walikota Medan (Bobby),” katanya, Rabu (27/4/22).

Menurut Bachtiar, perkara tangan jukir yang terluka dalam kasus itu, akibat ia dinilai kurang sopan. Di mana, menurutnya, jukir tersebut masuk ke dalam mobil RP karena hendak mengambil kartu e-TOLL tanpa Izin.

“Ini yang harus diberikan edukasi pada semua jukir agar dalam melayani masyarakat wajib ramah, sopan, dan jujur terhadap semua pengguna parkir di Kota Medan. Kita harapkan pihak kepolisian melepaskan RP dari segala tuntutan. Pemko Medan juga kita minta memberikan peringatan dan edukasi kepada stake holder di bidang pelayanan masyarakat,” jelasnya.

Bachtiar mengatakan, bila pelayanan masyarakat semakin baik, maka akan berdampak pada semakin banyaknya pelacong yang datang ke Medan. Sehingga bisa memberikan nilai tambah untuk pendapatan asli daerah (PAD) Kota Medan, mau pun penghasilan masyarakat Kota Medan.

“Kita harapkan ini menjadi pengalaman dan pembelajaran agar kita semua berusaha tetap membenahi pelayanan agar semakin baik. Mudah-mudahan wisatawan lokal dan wisatawan asing semakin banyak berkunjung ke Kota Medan. Untuk itu, kita bisa sama-sama menjaga dengan memberikan pelayanan yang ramah, aman, tertib dan religius,” tambahnya.

Sebelumnya, Polrestabes Medan berjanji akan mengedepankan restorative justice terkait kasus RP. Hal itu dikatakan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa kepada wartawan. “Kita mengedepankan restorative justice terkait kasus ini,” katanya.

Fathir mengaku, sejak awal kasus pihaknya telah mengambil langkah media terhadap kasus itu. “Namun pelapor belum mau berdamai,” ungkapnya. Ia mengatakan, kasus ini murni laporan dari petugas parkir yang menjadi korban. “Jadi tidak ada kaitannya dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution, karena laporan dari petugas parkir,” imbuhnya.

Saat ini tersangka RP masih menjalani penahanan di Polsek Medan Kota guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Ia dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 335 dan 351 KUHPidana.

Seperti diberitakan, sebelumnya RP membuat heboh karena mengancam akan mematahkan leher Bobby. Hal itu dikatakannya saat menolak membayar parkir secara elektronik (e-parking). Dirinya meminta petugas parkir memanggil bosnya. (*/zt)

Tinggalkan Balasan