Sembari Sosper 6/2015, Bayek Ajak Warga Bentuk Bank Sampah

Beritakarya.com- Sembari menyelenggarakan sosialisasi produk hukum daerah Perda Kota Medan Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan, anggota DPRD Kota Medan, Mulia Asri Rambe atau Bayek juga mengajak warga membentuk bank sampah.

“Bank sampah tidak hanya membuat sampah berkurang tapi juga bisa menambah keuangan kita,” ujar Bayek saat Penyelenggaraan sosialisasi produk hukum daerah Perda Kota Medan Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan pada kegiatan peningkatan kapasitas DPRD – sub kegiatan publikasi dan dokumentasi dewan oleh Mulia Asri Rambe SH di Kelurahan Titi Papan, Minggu (11/9/2022).

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Medan itu menambahkan sampah juga menjadi salah satu penyebab banjir bila dibuang sembarangan. Sudah saatnya lah, warga membentuk bank sampah agar lebih bermanfaat lagi.

Terkait bagaimana, cara dan syaratnya, bisa dikoordinasikan dengan pihak kelurahan dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

“Kasihan pemerintah kita ini. Kalau sudah banjir yang disebabkan sampah, gak bisa walikotanya, camatnya, lurahnya sendiri yang mengatasinya. Harus ada dukungan dari warga juga untuk tidak buang sampah sembarangan,” papar Sekretaris DPD II Partai Kota Medan itu.

Menanggapi hal itu, Kordinator Pengelolaan Kompos Dinas Kebersihan dan Pertamanan Medan, Indra Utama mengatakan syarat untuk membentuk bank sampah adalah dengan mengumpulkan kelompok masyarakat. Paling tidak terdiri dari 5 orang dan memiliki sekretariat.

Setelah itu, ajukan ke pihak kelurahan agar dikeluarkan SKnya. Setelah mendapatkan SK, bank sampah yang dikelola oleh kelompok warga itu akan mendapatkan pembinaan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

“Kami akan lihat dulu keseriusan kelompok masyarakat itu. Setelah itu, akan kita lalukan pembinaan dan akan kita bantu dengan memberikan gerobak sampah dan lainnya,” terangnya.

Indra Utama menilai pembentukan bank sampah akan memberikan banyak manfaat bagi warga. Soalnya, ada banyak jenis sampah yang bisa didaur ulang dan bisa dijual kembali.

“Seperti sampah plastik putih. Contohnya, aqua gelas bekas. Itu harganya 6000 per kilonya. Kertas, kaleng, besi dan lainnya juga mempunyai nilai jual yang lumayan,” paparnya.

Selain itu, dengan membentuk bank sampah, Indra Utama mengharapkan warga tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Hal itu sesuai dengan Sesuai dengan pasal 35 Perda Nomor 6/2015 itu, setiap orang yang membuang sampah sembarangan akan dipenjara selama 3 bulan atau denda Rp 10 juta. Sedangkan badan usaha yang melanggar peraturan itu, akan dipidana selama 6 bulan atau denda  Rp 50 juta.

Diketahui, Perda Pengelolaan Persampahan itu terdiri dari 16 bab dan 37 pasal.

Sebelumnya, warga Kelurahan Belawan II, Slebes, Ermayanti mengungkapkan tidak sedikit warga yang membuang sampah ke parit besar yang ada di Gang II di kawasan itu. Padahal, parit besar itu terhubung langsung ke laut.

“Saya tidak tahu, kenapa warga membuang sampah kesitu? Apakah karena tidak ada truk sampah yang mengangkatnya,” paparnya.

Lain halnya dengan Sabariah. Warga Kelurahan Belawan ini menanyakan tentang cara membuat bank sampah. “Kami mau buat bank sampah. Tapi kami gak tahu caranya,” paparnya. (*/ di)

Tinggalkan Balasan