FORKALA Sosialisasikan Keberagaman Etnik dan Budaya Kota Medan ke Sekolah-sekolah

BERITAKARYA, MEDAN – Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (FORKALA) Kota Medan menggelar Sosialisasi Keberagaman Etnik dan Budaya Kota Medan di sekolah-sekolah. Kegiatan sosialisasi ini diawali dari SMP Negeri 11 Medan, Jalan Budi Kemasyarakat, Medan, Senin (19/9/2022).

Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Pendidikan Kota Medan dengan FORKALA Kota Medan periode 2021-2026, tentang kolaborasi dan dukungan FORKALA Kota Medan dalam sosialisasi keberagaman etnik dan budaya Kota Medan serta pengenalan pendidikan multikultural bagi sekolah di Kota Medan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua FORKALA Kota Medan Datoq Adil Freddy Haberham SE menyampaikan, “Hari ini kami berkunjung ke sekolah untuk memaparkan keberagaman etnis dan budaya yang ada di Kota Medan.”

Datoq Adil juga menjelaskan, FORKALA adalah salah satu organisasi budaya yang sudah berdiri 20 tahun lebih. Dan tahun ini, FORKALA
Kota Medan memiliki program pendidikan ke sekolah-sekolah dalam rangka sosialisasi keberagaman budaya, sesuai dengan yang dicanangkan Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution.

“FORKALA bersama Pemerintah Kota Medan, datang ke sekolah-sekolah untuk memberikan pelajaran tentang kebudayaan kepada para siswa. Dan semoga, apa yang disampaikan dari para pembicara, dapat menambah ilmu kepada para siswa,” ujar Datoq Adil, yang didampingi Sekretaris FORKALA Arwin Harahap.

Sementara, Plt Kepala Sekolah SMP Negeri 11 Mangara Tua Panjaitan SPd MPd menyatakan, Kota Medan merupakan kota multi etnis yang
memiliki keberagaman suku dan budaya.

“Tak kurang dari 24 suku mendiami Kota Medan. Keberagaman ini yang membuat ibukota Sumatera Utara ini menjadi unik. Dengan keberagaman tersebut, masyarakat Kota Medan dapat hidup berdampingan dan damai, karena saling menghargai,” ujar Mangara Tua, sembari berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan toleransi dari para siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Sultan Deli XIV Tuanku Aria Lamanjiji yang turut hadir, memaparkan secara singkat sejarah berdirinya Kota Medan, yang diawali dengan berdirinya Kesultanan Deli.

Pembicara lainnya, yakni Phellys Martha Junita Sitompul yang merupakan guru dari SMP Negeri 11 Medan, memaparkan profil pelajar
Pancasila.

Dalam kesempatan itu, beberapa anggota FORKALA yang berasal dari berbagai etnis, memaparkan sekilas tentang budaya dan adat masing-masing etnis. Diantaranya: Matha Riswan yang memperkenalkan budaya dari etnis india; pdt Adri Rolos memperkenalkan budaya dari etnis Minahasa; H Benny Soebarjo SH memperkenalkan budaya Jawa; Rudi memperkenalkan budaya dari etnis Tionghoa; dan Ruslan Berutu memaparkan
budaya dari etnis Phakpak.(*/)

Tinggalkan Balasan