Soal Penyekapan dan Penganiayaan di Mess PT Kinra, Ini Kata Kapolres Simalungun

BERITAKARYA, SIMALUNGUN – Terkait pemberitaan di sejumlah media online yang menyebutkan oknum polisi dan POM, serta Asmen Keamanan PT Industri Nusantara (KINRA) melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap dua orang warga di Mess PT KINRA, Jalan Mayang Sei Mangke, Simalungung, Kapolres Simalungun AKBP Ronald Sipayung, membantahnya.

“Setelah kami melakukan penyelidikan dan interogasi mendalam terhadap kedua warga tersebut, tidak ada penyekapan dan penganiayaan di Mess PT KINRA,” ucap Ronald yang didampingi Kapolsek Bosar Maligas AKP Restuadi SH saat menggelar konfrensi pers di Kantor Satlantas Polres Simalungun, Kompleks Aspol di Jalan Sangnaualuh, Kota Siantar, Rabu (12/10/2022) malam.

Ia menyampaikan, kedua pria warga tersebut, yakni Dani dan Doni, memang dipanggil oleh pihak PT KINRA untuk ditanyai perihal hilangnya besi salah satu pagar Kantor PT KINRA. Keduanya ditanyai di aula PT KINRA, dan mereka mengakui bahwa hilangnya besi pagar tersebut adalah perbuatan mereka.

“Namun, saat hendak dibawa ke Polsek Bosar Maligas Resor Simalungun, situasi cuaca saat itu dalam keadaan hujan sehingga menunggu untuk dibawa,” kata Kapolres.

Sedangkan mengenai permasalahan pencurian besi pagar PT KINRA, Polsek Bosar Maligas melakukan penyelesaian perkara dengan Restorasi Justice, yakni menyelesaikan konflik hukum dengan menggelar mediasi diantara kedua belah pihak.

“Dari hasil mediasi tersebut, pihak PT KINRA sepakat untuk berdamai dan tidak melanjutkan perkara tersebut. Kedua pria tersebut juga sudah meminta maaf kepada pihak PT KINRA dan mengucapkan terimaksih kepada pihak Polsek Bosar Maligas yang sudah memediasi permasalahan ini. Mereka berjanji tidak akan melakukannya lagi dengan membuat surat pernyataan,” ungkap Ronald.

Kapolres menyebutkan, Dani dan Doni juga mengaku diperlakukan dengan manusiawi, baik dan layak. Mereka diberi makan dan minum serta bebas untuk melakukan aktifitas.

“Pernyataan kedua pria ini menjelaskan, terkait berita yang sebelumnya dijelaskan berbanding terbalik dengan apa yang telah diberitakan,” tandas Ronald.(*/)

Tinggalkan Balasan