Bank Mandiri Ikut Dukung Pelestarian Jajanan Pasar

Beritakarya.com- Bank Mandiri turut membantu upaya PUD Pasar Kota Medan dalam pelestarian produk kuliner jajanan pasar, sebagai bagian dari pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Dukungan diberikan Bank Mandiri pada pelaku UMKM di sentra jajanan pasar, Ruang Bisnis 6 Gedung Pusat Pasar Medan, berbarengan penyerahan 3 unit armada pengangkut sampah dan 54 tong sampah kepada PUD Pasar Kota Medan, 28 Oktober 2022.

Usai penyerahan secara simbolis armada pengangkut sampah itu, Dirut PUD Pasar, Suwarno, S.E. mengajak tim Bank Mandiri mengunjungi stan-stan kuliner jajanan pasar di Gedung Pusat Pasar Medan.

Area Jajanan Pasar sendiri beroperasi mulai Jumat, 28 Oktober 2022, ditandai dengan kunjungan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Medan, Suwarno, S.E. dan jajaran direksi lainnya.

Tak sekadar demi bisnis, PUD Pasar Medan menyetujui penawaran sewa kelola atas Ruang Bisnis 6 lebih didasari upaya memproteksi jajanan pasar, sebagai produk warisan budaya, dari himpitan produk jajanan modern. Selain itu, juga untuk membuka seluas-luasnya akses bagi pelaku UMKM untuk turut mengembangkan usaha di Pusat Pasar Medan.

“Menggairahkan kembali produk jajanan pasar sudah kita mulai di Pusat Pasar ini. Hal ini terus berjalan sampai produk jajanan pasar kembali dikenal luas. Dan, setiap pasar tradisional memiliki ciri khas masing-masing,” kata Suwarno kepada wartawan, dalam kunjungannya ke Area Jajanan Pasar.

Semangat yang sama mendasari dukungan PTP Nusantara IV di Area Jajanan Pasar. Dukungan kepada pengelola ditunjukkan perusahaan pelat merah ini dengan turut memperkenalkan Teh Butong dan Teh Tobasari.

Dengan harga sangat kompetitif, kedua produk teh hitam kualitas terbaik Sumatera Utara itu diharapkan menjadi pilihan bagi pelaku UMKM kuliner untuk meningkatkan kualitas sajiannya.

Teh Butong dan Teh Tobasari ditawarkan dengan beragam varian kemasan. Kedua produk teh ini sama-sama bisa dinikmati cara penyeduhan maupun siap celup.

Dilansir dari laman www.ptpn4.co.id, perusahaan perkebunan milik negara yang berbasis di Medan ini sudah sejak lama mengelola perkebunan teh di tiga unit perkebunannya, yakni Kebun Sidamanik, Kebun Bah Butong dan Kebun Tobasari. Ketiga kebun itu berada di Kecamatan Sidamanik dan Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Teh hitam kualitas terbaik dari ketiga kebun milik PTPN 4 tersebut sebelumnya hanya menjadi komoditas ekspor. Nah, seiring program hilirisasi, teh hitam kemasan beberapa tahun terakhir diperkenalkan kepada konsumen dalam negeri.

Dari price list-nya, Teh Butong seduh maupun celup ditawarkan dengan kemasan seharga Rp15 ribu dan Rp10 ribu. Sedangkan Teh Tobasari seduh ditawarkan dengan dua kemasan, masing-masing seharga Rp7.500 dan Rp12 ribu. Untuk kemasan celup, hanya ditawarkan dengan satu pilihan kemasan seharga Rp5.500. (*/di)

Tinggalkan Balasan