Forkala Goes to School Perguruan Sultan Iskandar Muda

BERITAKARYA, MEDAN – Forum Komunikasi Lembaga Adat (FORKALA) Kota Medan kembali menggelar kegiatan bertajuk ‘Forkala Goes to School’, Jumat (22/3/2024). Kali ini dilaksanakan di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Medan. 

Sejumlah pengurus Forkala yang berasal dari berbagai etnis yang ada di Kota Medan hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam kesempatan ini, Forkala Kota Medan menyematkan kepada Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda dr. Sofyan Tan sebagai Tokoh Pendidikan Multikultural. 

Dalam sambutannya, Ketua Forkala Kota Medan Datok Adil Freddy Haberham menuturkan, Kota Medan adalah kota yang sangat heterogen. Dalam catatan Forkala, ada 24 etnik yang ada di Kota Medan dan keberagaman agama dan aliran kepercayaan yang tumbuh di Kota Medan.

“Bagi kami acara hari ini merupakan anugerah yang ditakdirkan Tuhan Yang Maha Esa. Karena bertemunya dua institusi yang senantiasa berupaya merawat kebhinekaan,” ucap Datok Adil, diamini sang sekretaris Arwin Harahap. 

Dalam mewujudkan hidup dalam masyarakat yang pluralis, lanjutnya, perlu usaha-usaha agar yang berbeda-beda tersebut dapat hidup berdampingan tanpa adanya kesenjangan. Jika visi sekolah Sultan Iskandar Muda ini adalah mendidik generasi muda Indonesia yang cerdas dan religius, humanis dalam bingkai kesetaraan, maka Forkala Kota Medan memiliki tagline ‘Beragam tapi kompak dan berbeda tapi harmonis’. 

“Inilah yang menurut kami yang membedakan Kota Medan dengan kota-kota metropolitan lainnya yang ada di Indonesia,” ungkap Datok Adil Haberham, sembari mengaku bangga memiliki tokoh pendidikan seperti dr Sofyan Tan selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda. 

Lebih lanjut dikatakannya, Kegiatan Goes to School ini mengacu pada nota kesepahaman antara Kepala Dinas Kota Medan dengan Ketua Forkala Kota Medan pada tanggal 1 Juli 2022 tentang kolaborasi dan dukungan Forkala Kota Medan dalam sosialisasi keberagaman etnik dan budaya di Kota Medan, serta pengenalan dan pendidikan multikultural bagi sekolah-sekolah yang ada di Kota Medan.

“sepanjang perjalanan Forkala Kota Medan yang telah menginjak usia 19 tahun, telah banyak hal yang dilakukan. Hal terbesar yang dilakukan Forkala Kota Medan adalah menyusun ensiklopedia etnik yang ada di Kota Medan dalam bentuk buku, yang memuat semua informasi tentang etnik yang ada, baik sejarah, falsasfah unsur budaya yang ada di Kota Medan,” urai Datok Adil.   

Sementara, dr. Sofyan Tan dalam sambutannya, mengaku bangga atas kegiatan yang dilaksanakan Forkala Kota Medan. Menurutnya, apa yang dilakukan Forkala Kota Medan merupakan tugas yang sangat mulia. 

“Kebudayaan itu adalah investasi dan harus mampu kita jaga, karena kebudayaan merupakan aset yang sangat berharga. Karena, turis yang datang ke Indonesia, 70 persen adalah kebudayaan bangsa dan negara kita. Jadi apa yang dilakukan Forkala Kota Medan ini merupakan amanat dari UU No 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan,” sebut Anggota DPR RI ini. 

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Benny Sinomba dalam sambutannya yang dibacakan Kabid Kebudayaan Muhammad Amsar, menyatakan, dalam sebuah masyarakat yang semakin kompleks dan beragam seperti kota medan, sangat penting untuk memahami dan menghargai keberagaman etnik dan budaya yang menjadi ciri khas. 

“Seperti yang kita ketahui bersama, Kota Medan merupakan kota yang multikultural dengan beragam etnis dan budaya. keberagaman ini merupakan kekayaan yang perlu kita jaga dan lestarikan. oleh karena itu, melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan ingin mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para siswa-siswi, untuk memahami dan menghargai keberagaman tersebut. Pendidikan multikultural menjadi penting untuk ditanamkan sejak dini kepada para siswa-siswi,” urai Benny. 

Dengan pendidikan multikultural, lanjutnya, diharapkan para siswa-siswi dapat memiliki sikap toleransi, saling menghormati dan menghargai perbedaan. Hal ini penting untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa di tengah-tengah keragaman yang dimiliki. 

“Pada kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Forkala Kota Medan dan Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda yang telah menginisiasi kegiatan ini. Kami melihat Forkala Kota Medan memiliki komitmen untuk mendukung upaya-upaya yang bertujuan memperkuat kesadaran akan keberagaman. Kolaborasi dengan sekolah-sekolah merupakan langkah strategis dalam mencapai tujuan tersebut,” tutupnya.(r/bk)

Tinggalkan Balasan